Tag: zeventina
Lomba Memberi Komentar
by bang herri on Apr.27, 2009, under Daily
Sahabat saya (mungkin juga, sahabat anda) Zeventina dan Ferry Herlambang akan meluncurkan novel karya bersamanya pada bulan Juni 2009 yang akan datang. Mereka telah merancang sendiri cover untuk novel tersebut.
Saya tidak tahu pasti apakah rancangan cover tersebut sudah final, atau masih bisa berubah setelah mendapat keritikan (komentar) dari para “pakar” seperti kita he…he…
Selamat mengikuti lomba, siapa tahu anda akan menjadi salah satu pemenangnya.
Novel kami “ELLE ELEANOR” akan terbit pada bulan Juni 2009 dan launching bersamaan dengan Jakarta Book Fair 2009. Novel ini bercerita tentang romansa, thriller, psikopat dan proses pembelajaran hidup. Menuruk kami, yang menarik dari novel ini adalah proses kreatifnya. Ada 3 point yang membuatnya terlihat unik:
1. Kami menulis duet.
2. Kami menjadi model covernya.
3. Kami mendesign sendiri covernya.
Keinginan agar ruh cerita tetap terpahat pada cover membuat kami berusaha keras untuk mengerjakan semuanya sendiri. Ketiga proses diatas sangat menyedot enerji kami, sehingga mungkin ada beberapa bagian yang terlewat dan luput dari perhatian kami. Untuk itulah kami mengadakan lomba memberikan komentar untuk cover. Kami berharap mendapatkan masukan yang positif dari komentar yang masuk.
Ketentuan lomba
1. Kunjungi dan lihat cover kami di link berikut:
http://ferryzanzad.multiply.com/journal/item/535/
http://zeventina.multiply.com/journal/item/330
2. Berikan komentar & masukan yang membangun untuk cover novel kami.
3. Pastikan anda telah memiliki blog sebagai identitas anda nantinya.
4. Pemenang akan kami pilih berdasar komentar yang kami nilai paling membangun.
5. Kami berhak menghapus komen yang kami nilai tidak sopan dan OOT.
6. Komen boleh lebih dari satu.
Batas waktu
1. Lomba dimulai sejak pengumuman ini kami posting.
2. Lomba berakhir tanggal 31 Mei 2009 jam 24.00 WIB (komen terakhir pada jam tersebut.)
Hadiah
1. Novel “ELLE ELEANOR” plus tandatangan kami untuk 2 orang pemenang.
2. T-Shirt “ELLE ELEANOR” untuk 2 orang pemenang.
3. Gift dari sponsor.
Pengumuman pemenang
Pengumuman pemenang akan kami laksanakan pada saat Launching Novel “ELLE ELEANOR” Juli 2009 bersamaan dengan Jakarta Book Fair di Istora Senayan Jakarta.
Kepada rekan-rekan yang bersedia me-repost pengumuman ini di blognya masing-masing, silakan download kode postingan ini dengan KLIK DISINI. Lalu posting seperti biasa tetapi dengan memberi cuntreng pada kotak Edit HTML. Copas kode tersebut.
Nanti link blog rekan2 akan kami tautkan di page kami. Dan kami juga akan mengundi link-link tersebut untuk 3 (tiga) blog yang akan mendapatkan:
1. Novel “
2. T-Shirt “ELLE ELEANOR”.
3. Flashdisk 2 GB.
Masing-masing untuk satu (1) orang pemenang.
Proses kreatifitas penulisan novel ini kami update di :
1. http://ferryzanzad.multiply.com/
2. http://zeventina.multiply.com/
Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua.
Untuk keterangan detilnya, silakan kunjungi blog kami.
Terimakasih atas partisipasi rekan-rekan.
Warm regards,
Zeventina Octaviani Bouwmeester dan Ferry Herlambang Zanzad
ooooOOOoooo
The 3rd Green-Theme
by bang herri on Apr.07, 2009, under Daily
Untuk yang ketiga kalinya sahabat saya Zeventina (yang biasa saya panggil Mbak Tina) membuatkan disain bagi website keluarga saya. Khusus dua disain yang terakhir dikerjakan Mbak Tina bersama Mas Ferry Herlambang.
Kata kunci yang selalu saya berikan kepada kedua orang Web Designer ini adalah “warna hijau”, yang oleh Mbak Tina diinterpretasikan sebagai “ijo royo-royo”.
Walau saya membatasi mereka dengan “hijau”, namun mereka tetap bisa mengembangkan kreatifitas mereka masing-masing dalam suatu kolaborasi yang apik. Ini terlihat dengan membandingkan disain-1 sampai dengan desain-3 yang menunjukkan trend yang semakin baik he…he…
Mungkin suatu hari nanti saya akan coba untuk tidak membatasi mereka dengan warna favorit saya, sehingga mereka bisa berkreasi dan berimprovisasi dengan lebih leluasa.
Akhirnya, thanks Mbak Tina, thanks Mas Fer. Saya bangga pada anda berdua.
Valentine’s Day
by bang herri on Feb.14, 2009, under Daily
Hari ini tanggal 14 Februari dikenal sebagai Valentine’s Day. Karena implementasi perayaannya oleh para remaja kita bertentangan dengan ajaran agama, maka ia menjadi perbincangan yang kontroversial di tengah-tengah masyarakat kita.
Terlepas dari kontroversial itu, saya ingin sharing tentang Sejarah Valentine sebagaimana yang ditulis sahabat saya Zeventina. Dalam salah satu jawaban yang menanggapi tulisannya, Zeventina menyatakan bahwa Valentine memang bukan merupakan ajaran, melainkan hanya adat istiadat saja.
Berikut tulisan dimaksud:
Sejarah Valentine
Versi 1
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? Dia adalah ayah dari Hercules.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.
Versi 2
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
- pastur di Roma
- uskup Interamna (modern Terni)
- martir di provinsi Romawi Afrika.
Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Versi 3
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus)
Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Versi 4
Kisah St. Valentine
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul.
Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.




